Minggu, 26 Januari 2014
VMware Player
VMware Player dengan menggunakan Switch
1. Klik VMware Player
2. Klik ubuntu(kuliax) kemudian play virtual machine
3.
Klik konsole(terminal program)
4.
Kemudian ketik seperti dibawah ini:
5.
Tekan tombol insert pada keyboard
6.
Lalu ketik kodingan seperti dibawah ini:
7.
Untuk kembali ke konsole tekan ESC :wq kemudian enter
8. Ketik seperti dibawah ini:
9.
Untuk menampilkan output ketik seperti dibawah ini:
Sabtu, 25 Januari 2014
Macromedia Flash 8
Membuat Orbit bulan dan bumi menggunakan Macromedia Flash 8
I.
Membuat orbit bulan dan bumi
1.
Buka Macromedia
Flash 8, kemudian klik flash document
2.
Buat lingkaran
memakai oval tool di garis 1
3.
Pada garis ke 30
klik kanan pilih insert keyframe
4.
Klik insert layer
pada layer 1
5.
Buat lingkaran
memakai oval tool di garis 1
6.
Pada garis ke 30
klik kanan pilih insert keyframe
7.
Klik add motion
guide pada layer ke 2
8.
Pada guide di
garis pertama buat lingkaran
9.
Untuk
menghilangkan warna pada lingkaran klik color , color mixer , type none
10. Pada garis ke 30 klik kanan pilih insert keyframe
11. Pada layer ke 2 garis 1 pindahan bulatan ke awal
lingkaran memakai free transform tool
12. Pada layer 2 gareis ke 30 pindahan bulatan ke akhir
lingkaran memakai free transform tool
13. Pada layer ke 2 klik create motion tween
14. Untuk melihat hasilnya tekan ctrl+enter
Minggu, 05 Januari 2014
Sistem Informasi Akuntansi
Artikel
Sistem Informasi Akuntansi
PENGELOLAAN
AKTIVA TETAP
Dalam pembahasan ini akan
mengulas mengenai pengelolaan aktiva tetap. Seperti yang kita ketahui, aktiva
tetap merupakan aset perusahaan yang perlu dikelola dengan baik sehingga aset
tersebut dapat terjaga dan dapat dimanfaatkan semaksimal dan sebaik mungkin.
Adapun pengelolaan aktiva tetap meliputi : pengadaan aktiva tetap, pemeliharaan
aktiva tetap dan pencatatan depresiasi aktiva.
3.1 PENGADAAN AKTIVA TETAP
Pengadaan aktiva tetap dapat
dilakukan dengan berbagai macam cara, dimana masing-masing cara tersebut dapat
mempengaruhi penentuan harga perolehan aktiva tetap itu sendiri. Ada beberapa
cara yang dapat dilakukan diantaranya melalui pembelian aktiva tetap, membuat
sendiri aktiva tetap atau melalui pertukaran aktiva tetap. Berikut penjelasan
mengenai berbagai macam cara perolehan aktiva tetap.
3.1.1 Pengadaan Aktiva Tetap
1. Pengadaan Aktiva Tetap
dari Pembelian
Pengadaan aktiva tetap dapat
dilakukan salah satunya melalui pembelian aktiva tetap. Dimana pembelian aktiva
tetap itu sendiri dapat dilakukan dengan dua cara, yakni :
· Pembelian Aktiva secara
Tunai
· Pembelian Aktiva secara
Kredit Jangka Panjang
Dalam prosesnya, pembelian
aktiva harus diawali dengan permintaan pembelian dari departemen yang
membutuhkan. Selanjutnya bagian pembelian perusahaan akan melakukan survei
terhadap pemasok dan mengajukan pemintaan penawaran harga. Permintaan penawaran
harga ini berguna untuk memastikan bahwa perusahaan mendapatkan aktiva tetap
dengan harga wajar. Permintaan penawaran harga ini juga berguna untuk
meminimalkan peluang tips dari pemasok.
Setelah menemukan pemasok
yang sesuai, bagian pembelian membuat surat order pembelian kepada pemasok.
Selanjutnya pemasok akan mengirim barang yang dipesan. Pada saat barang datang,
departemen pengguna (yang membutuhkan aktiva tetap) dapat ikut hadir untuk mengecek
barang yang datang. Selanjutnya pemasok akan mengirim tagihan (faktur) ke
perusahaan. Faktur tersebut akan dilunasi sesuai dengan prosedur yang telah
ditentukan perusahaan sebelumnya.
2. Pengadaan Aktiva dari
Penerbitan Surat Berharga
Perolehan aktiva tetap dengan penerbitan
surat berharga adalah menerbitkan saham atau obligasi perusahaan untuk ditukar
dengan aktiva tetap. Aktiva tetap tersebut harus dicatat sebesar harga pasar
saham atau obligasi pada saat pembelian. Nilai saham atau obligasi dicatat
seharga nilai pari. Jika harga pasar lebih besar dari nilai pari, selisihnya
dicatat sebagai premium (agio saham) dan jika harga pasar lebih rendah dari
nilai pari maka selisihnya dicatat sebagai diskon (disagio saham).
3. Pengadaan Aktiva Tetap
dari Pertukaran
Menurut cara ini, aktiva
diperoleh dengan cara menukarkan aktiva tetap yang kita miliki dengan aktiva
tetap yang dimiliki oleh pihak lain dimana aktiva yang lama digunakan sebagai
pembayar sebagian atau seluruh atas aktiva yang baru. Ada dua macam pertukaran
aktiva tetap, yaitu:
1). Pertukaran aktiva tetap
yang tidak sejenis
Pertukaran aktiva tetap yang
tidak sejenis adalah pertukaran aktiva tetap yang sifat dan fungsinya berbeda.
Biaya dari pos semacam ini, menurut PSAK No. 16 diukur pada nilai wajar aktiva
yang dilepaskan atau yang diperoleh.
2). Pertukaran aktiva tetap
yang sejenis
Suatu aktiva tetap dapat
diperoleh dalam pertukaran atas suatu aktiva yang serupa yang memiliki manfaat
yang serupa dalam bidang usaha yang sama dan memiliki suatu nilai wajar yang
serupa.
4. Pengadaan Aktiva dari
Hadiah atau Donasi
Jika aktiva tetap diperoleh
dengan cara dihadiahkan atau ditemukan sendiri maka aktiva harus dicatat
sebesar harga pasar yang wajar atau berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh
pihak atau perusahaan penilai yang independent (appraisal company) dengan
mengkredit akun “modal donasi”.
5. Pengadaan Aktiva dari
Membuat Sendiri
Perusahaan kadang kala tidak
membeli aktiva tetap, melainkan membuatnya sendiri. Misalnya perusahaan
melakukan perluasan gedung pabrik atau bahkan membangun pabrik baru.
Pembangunan seperti ini harus dicatat sebagai aktiva dalam pembangunan. Harga
pokok perolehannya dicatat sebesar berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk
menbangun aktiva tersebut. Hal ini disesuaikan dengan pernyataan dalam PSAK No.
16 dimana disebutkan bahwa biaya perolehan suatu aktiva yang dikontruksi
sendiri ditentukan menggunakan prinsip yang sama seperti suatu aktiva yang
diperoleh, yaitu meliputi semua biaya yang berkenaan dengan konstruksi aktiva
tersebut hingga siap digunakan.
3.1.2 Fungsi yang terkait
Dalam Pengadaan Aktiva Tetap
Fungsi yang terkait dalam
pengadaan aktiva tetap mempunyai peranan penting, dengan adanya fungsi yang
terkait maka prosedur pengadaan aktiva tetap akan berjalan dengan baik. Adapun
fungsi-fungsi yang terkait dalam prosedur pengadaan aktiva tetap adalah sebagai
berikut :
· Fungsi Pemakai,
bertanggung jawab mengajukan usulan investasi aktiva tetap dan mengajukan surat
permintaan otorisasi untuk merealisasikan perolehan aktiva tetap.
· Fungsi Riset dan
Pengembangan, bertanggung jawab mengajukan usulan investasi aktiva tetap yang
dimanfaatkan bersama oleh lebih dari satu fungsi.
· Direktur yang
Bersangkutan, memberikan persetujuan terhadap usulan investasi.
· Direktur Utama, memberikan
otorisasi terhadap semua mutasi aktiva tetap.
· Fungsi Pembelian,
bertanggung jawab untuk memilih pemasok dan menerbitkan surat order pembelian
untuk pengadaan aktiva tetap.
· Fungsi Penerimaan,
bertanggung jawab melakukan pemeriksaan terhadap aktiva tetap yang diterima
dari pemasok.
· Fungsi Akuntansi,
betanggung jawab terhadap pembuatan dokumen sumber (bukti kas keluar dan bukti
memorial) untuk pencatatan aktiva tetap.
3.1.3 Dokumen yang Digunakan
dalam Pengadaan Aktiva Tetap
Dalam pengadaan aktiva tetap, dibutuhkan
beberapa dokumen antara lain sebagai berikut :
1. Surat permintaan transfer
aktiva tetap, berfungsi sebagai permintaan dan pemberian otorisasi transfer
aktiva tetap.
2. Surat perintah kerja
(work order), berfungsi sebagai perintah dilaksanakannya pekerjaan tertentu
mengenai aktiva tetap dan sebagai catatan yang dipakai untuk mengumpulkan biaya
pembuatan aktiva tetap.
3. Surat order pembelian, diterbitkan oleh
fungsi pembelian yang merupakan surat untuk memesan aktiva tetap kepada
pemasok.
4. Laporan penerimaan
barang, diterbitkan oleh fungsi penerimaan setelah fungsi ini melakukan
pemeriksaan kuantitas,mutu, dan spesifikasi aktiva tetap yang diterima dari
pemasok.
5. Faktur dari pemasok, merupakan tagihan dari
pemasok untuk aktiva tetap yang dibeli.
6. Bukti kas keluar,
merupakan perintah pengeluaran kas yang dibuat oleh fungsi akuntansi setelah
dokumen surat permintaan otorisasi investasi, surat order pembelian, laporan
penerimaan barang, dan faktur dari pemasok diterima dan diperiksa oleh fungsi
tersebut.
7. Bukti memorial, digunakan sebagai dokumen
sumber untuk pencatatan transaksi, harga pokok aktiva tetap yang telah selesai
dibangun, pemberhentian pemakaian aktiva tetap, dan pengeluaran modal.
8. Daftar aktiva tetap,
merupakan dokumen yang mencatat seluruh aktiva yang dimiliki oleh perusahaan.
3.2 PENGELOLAAN AKTIVA TETAP
3.2.1 Pemeliharaan Aktiva
Tetap
Ada kalanya aktiva tetap yang
dimiliki perusahaan perlu perawatan untuk memastikan bahwa aktiva tetap
tersebut dapat beroperasi secara optimal. Menurut akuntansi biaya pemeliharaan
semacam ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu biaya yang tidak
menambah umur aktiva dan biaya yang dapat menambah umur aktiva tetap.
Pengelompokan ini akan berdampak pada perlakuan terhadap pengeluaran tersebut.
Biaya yang tidak menambah umur aktiva akan dicatat sebagai biaya pada periode
pengeluaran tersebut terjadi, sedangkan biaya yang menambah umur aktiva akan
dikapitalisasi (dicatat sebagai penambah nilai aktiva). Selanjutnya, nilai yang
dikapitalisasi tersebut akan memperbesar nilai aktiva dan akan didepresiasi
sampai umur aktiva tersebut habis.
Pada dasarnya, memisahkan biaya
pemeliharaan semacam ini tidaklah mudah, mengingat perawatan rutin tidak akan
menambah umur manfaat aktiva, tapi jika tidak dirawat maka akan memperpendek
umur aktiva, sebagai contoh perawatan mobil. Adapun kegiatan-kegiatan
perusahaan yang berhubungan dengan pemeliharaan aktiva tetap adalah sebagai
berikut :
1. Pemeliharaan (maintenance)
Pemeliharan atau maintenance
merupakan tindakan atau aktivitas yang ditujukan hanya untuk membuat suatu
aktiva tetap berfungsi sebagaimana mestinya, dan pengeluaran yang timbul
hendaknya dibebankan (dijadikan biaya) pada periode yang sama.
2. Perbaikan (repairment)
Perbaikan atau repairment
diperhitungkan sebagai aktivitas yang lebih besar dibandingkan dengan
pemeliharaan. Dikatakan perbaikan apabila; untuk membuat aktiva tersebut
berfungsi sebagaimana mestinya diperlukan tindakan pemulihan kondisi atas
bagian atau sparepart atau komponen yang mengalami penurunan fungsi, akan
tetapi belum diperlukan suatu penggantian.
3. Penggantian Komponen (replacement)
Istilah penggantian komponen
(replacement) jelas artinya. Ditandai dengan adanya penggantian atas satu
komponen atau lebih dari suatu aktiva tetap.
4. Peningkatan Kapasitas (up-grading)
Pada fase pertumbuhan
perusahaan, biasanya disertai dengan peningkatan produksi, sebagai
konsekuensinya, tidak jarang perusahaan harus melakukan upgrade (peningkatan
kapasitas) terhadap aktiva tetap yang digunakan (entah itu mesin, peralatan
bahkan gedungnya). Atas suatu up grading, tentu akan memicu adanya
pengeluaran-pengeluaran yang biasanya cukup material.
5. Turun Mesin (over haul)
Istilah turun mesin atau
overhaul terjadi pada aktiva tetap yang bekerjanya menggunakan mesin. Misalnya;
kendaraan, mesin produksi, peralatan produksi. Dikatakan mengalami turun mesin
apabila untuk membuatnya berfungsi lebih baik, diperlukan tindakan pembongkaran
terhadap hampir seluruh komponen atau komponen utama dari aktiva tersebut,
untuk kemudian dilakukan pemasangan kembali. Pada proses turun mesin hampir
pasti akan terjadi sekaligus tindakan pemeliharaan, perbaikan, penggantian
komponen. Turun mesin biasanya terjadi disaat-saat aktiva tersebut mengalami
penurunan fungsi (kapasitas) yang sangat signifikan akibat penggunaan yang
sudah relatif lama. Aktifitas turun mesin sudah pasti akan membuat umur
ekonomis aktiva tersebut menjadi bertambah. Untuk itu, pengeluaran-pengeluaran
yang timbul hendaknya dikapitalisasi.
Seperti yang telah
dipelajari diatas, mengenai pemisahan biaya pemeliharaan yang akan dibebankan
pada periode terjadinya atau dikapitalisasi, berikut ini faktor-faktor lain
yang perlu dipertimbangkan untuk mendeterminasi apakah suatu pengeluaran dalam
masa penggunaan aktiva dibebankan atau dikapitalisasi.
1. Tingkat Keseringan
Jika jenis pengeluaran
tersebut sering terjadi dan sifatnya rutin (repetitive), maka sebaiknya
pengeluaran tersebut dibiayakan, begitu pula sebaliknya.
2. Materialitas
Jika pengeluaran tersebut
sifatnya material, maka sebaiknya dikapitalisasi, jika tidak maka dibebankan
(silahkan diukur dengan membandingkan antara pengeluaran yang terjadi dengan
harga perolehan aktiva).
3. Lama Manfaat
Jika pengeluaran tersebut
diperkirakan akan memberikan manfaat lebih dari satu tahun buku, maka sebaiknya
dikapitalisasi, jika hanya satu tahun buku atau kurang, sebaiknya dibebankan
diperiode yang sama.
4. Pengaruhnya terhadap Umur Ekonomis atau
Kapasitas
Jika pengeluaran tersebut
diperkirakan akan menambah umur ekonomis atau meningkatkan kapasitas,maka
sebaiknya di kapitalisasi, demikian sebaliknya.
3.2.2 Fungsi yang Terkait
Dalam Pemeliharaan Aktiva Tetap
Ø Fungsi Pemakai, berfungsi mengelola pemakaian
aktiva tetap.
Ø Direktur yang bersangkutan, berfungsi
memberikan persetujuan terhadap surat permintaan otorisasi reparasi yang
diajukan oleh unit organisasi yang berada di bawah wewenangnya.
Ø Fungsi Aktiva Tetap, bertanggung jawab atas
pengelolaan aktiva tetap perusahaan.
Ø Fungsi Akuntansi, betanggung jawab terhadap
pembuatan dokumen sumber (bukti kas keluar dan bukti memorial) untuk pencatatan
aktiva tetap.
3.2.3 Dokumen yang Digunakan
Dalam Pemeliharaan Aktiva Tetap
· Ø Bukti Pengeluaran Kas, merupakan dokumen yang
digunakan jika pengeluaran biaya pemeliharaan cukup besar.
· Ø Dokumen dalam Siklus Kas Kecil, digunakan
untuk biaya pemeliharan yang tidak terlalu besar.
· Ø
Daftar Aktiva Tetap, digunakan untuk mencatat pengeluaran yang
dikapitalisasi, sehingga menambah nilai aktiva tetap.
· Ø Blanko Cek Fisik Aktiva Tetap, digunakan
untuk pengecekan aktiva tetap.
3.3 DEPRESIASI AKTIVA TETAP
3.3.1 Pengertian Depresiasi
Di samping pengeluaran dalam
masa penggunaannya, masalah penyusutan atau depresiasi merupakan masalah yang
penting selama masa penggunaan aktiva tetap. Yang dimaksud dengan penyusutan
atau depresiasi menurut Akuntansi Perpajakan terapan adalah sebagai berikut :
“Proses alokasi
sebagian harga perolehan aktiva menjadi
biaya (cost allocation), sehingga biaya tersebut mengurangi laba usaha”
(Prabowo, Yusdianto, Op.cit, Hal 22)
Pengertian penyusutan ini
tidak sama seperti pengertian dalam ekonomi perusahaan yang menekankan bahwa
penyusutan itu merupakan cadangan untuk pembelian aktiva tetap baru setelah
aktiva tetap yang lama tidak dipakai lagi.
Menurut Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 17 paragraf 2 tentang Akuntansi Penyusutan menyatakan bahwa:
“Penyusutan adalah alokasi
jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang
diestimasi, penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan kependapatan baik
secara langsung maupun tidak langsung”. (Ikatan Akuntan Indonesia, Op.cit, No
17 Paragraf 2)
Jadi dapat disimpulkan
penyusutan atau depresiasi merupakan pengalokasian harga perolehan aktiva tetap
selama umur ekonomis aktiva tersebut. Umur ekonomis adalah berapa lama aktiva
tersebut bermanfaat bagi perusahaan secara efisien, jadi umur ekonomis tidak
sama dengan umur aktiva.
Tujuan dari penyusutan
adalah untuk menyajikan informasi tentang penyusutan yang dilaporkan sebagai
alokasi biaya yang diharapkan dapat berguna bagi para pemakai laporan keuangan.
Informasi tentang penyusutan merupakan hal yang cukup penting bagi pemakai
laporan keuangan, terutama dalam kaitannya earning power, yaitu mengenai:
· Proses perbandingan beban terhadap
pendapatan untuk menghitung laba periodik.
· Tingkat keefektifan manajemen dalam
menggunakan sumber daya.
3.3.2 Karakteristik Aktiva
Tetap yang Dapat Disusutkan
· § Digunakan selama lebih dari satu periode
akuntansi.
· § Memiliki suatu masa manfaat yang terbatas.
· § Dimiliki oleh suatu perusahaan untuk
digunakan dalam proses produksi atau memasok barang atau jasa, untuk disewakan,
atau tujuan administrasi.
· § Nilainya menurun secara bertahap.
Beberapa aktiva yang tidak
dapat disusutkan karena nilainya tidak menurun adalah tanah, aktiva pendanaan,
barang dagangan, dan persediaan.
3.3.3 Faktor-Faktor yang
Terlibat dalam Proses Penyusutan
3.3.3.1 Dasar Penyusutan
Aktiva
Dasar yang ditetapkan untuk
penyusutan merupakan fungsi dari dua faktor, biaya awal dan nilai sisa atau
pelepasan. Biaya awal atau baiya historis adalah semua biaya yang diukur oleh
kas atau harga ekuivalen kas untuk memperoleh aktiva dan membawanya ke lokasi serta
kondisi yang diperlukan untuk tujuan penggunaannya. Nilai sisa (salvage value)
adalah estimasi jumlah yang akan diterima pada saat aktiva itu dijual atau
ditarik dari penggunaannya. Nilai sisa merupakan jumlah dimana nilai aktiva
harus diturunkan nilainya atau disusutkan selama masa manfaatnya. Sebagai
gambaran jika aktiva memiliki biaya Rp. 10.000.000,- dan nilai sisa sebesar Rp.
1.000.000,- , maka dasar penyusutannya adalah Rp. 9.000.000,-
Dari sudut pandang praktis,
nilai sisa sering kali dianggap nol. Akan tetapi beberapa aktiva jangka panjang
memiliki nilai sisa yang substansial.
3.3.3.2 Estimasi Umur
Pelayanan atau Manfaat
Umur pelayanan atau manfaat
suatu aktiva sering kali tidak sama dengan umur fisiknya. Sebuah mesin secara
fisik mungkin dapat memproduksi sejumlah produk tertentu selama beberapa tahun
melebihi umur pelayanannya. Tetapi sebuah perusahaan mungkin tidak menggunakan
mesin selama seluruh tahun itu karena biaya pembuatan produk dalam tahun-tahun
terakhir mungkin terlalu tinggi.
Dalam banyak kasus, perusahaan
mengestimasi masa manfaat aktiva berdasarkan pengalaman masa lalu perusahaan
dengan aktiva yang sama atau sejenis.
Menurut Zaki Baridwan
hal-hal yang menyebabkan terbatasnya masa penggunaan aktiva tetap tersebut
dikelompokan menjadi dua yakni faktor fisik dan faktor fungsional. Adanya
faktor-faktor fisik yang mengurangi atau bahkan tidak dipergunakan lagi, yang
disebabkan karena:
· Aus karena dipakai - Oleh
karena pemakaian aktiva tetap dalam proses produksi tidak hanya sekali saja,
tetapi berlangsung terus menerus secara kontiyu mengakibatkan kapasitas dan
produktivitas yang dimiliki aktiva itu akan semakin berkurang nilainya sehingga
kualitas dan kuantitas yang dihasilkan dalam proses produksi semakin berkurang
pula hasilnya.
· Aus karena umur - Setiap
aktiva dapat aus seiring dengan perjalanan waktu. Sekalipun aktiva tetap ini
belum pernah dipakai, namun dengan adanya faktor kimia yang diakibatkan oleh
pengaruh alam seperti hujan, panas dan udara terhadap aktiva tersebut akan
menyebabkan kerusakan dan mungkin tidak efisien untuk dipergunakan lagi.
· Kerusakan-kerusakan -
Kerusakan suatu aktiva dapat disebabkan oleh kurang hati-hati atau kurang tepat
dalam cara pengguanaan aktiva tetap, juga yang disebabkan oleh bencana seperti;
gempa bumi, banjir atau kebakaran yang tidak sepenuhnya dapat dipergunakan
kembali atau bahkan aktiva tetap itu tidak dapat dipergunakan sama sekali.
Adapun faktor lain, selain
faktor fisik yang menyebabkan perlunya diadakan penyusutan adalah faktor
fungsional yang juga dapat mengurangi atau mengakibatkan suatu aktiva tetap
tidak dapat dipergunakan lagi, yaitu:
· Ketidaklayakan - Dengan
meningkatkan daya beli konsumen yang melampui kemampuan alat produksi yang
tersedia akan mengakibatkan alat-alat produksi yang tersedia secara teknis
masih dapat dipergunakan, tetapi secara ekonomis telah menunjukkan kemunduran,
karena tidak lagi memenuhi syarat-syarat yang menunjang skala ekonomis. Oleh
karena itu, untuk memenuhi permintaan konsumen perlu adanya penggantian
alat-alat produksi baru yang mempunyai kapasitas produksi lebih besar dibanding
alat-alat lama.
· Keusangan - Kemajuan dan
pembaharuan teknis yang terus menerus
membawa akibat alat-alat produksi yang lama secara ekonomis dianggap sudah
kuno. Perbaikan dan pembaharuan teknis yang datang terus menerus dengan cepat
dapat mengakibatkan daya guna ekonomis alat-alat produksi lama akan semakin
berkurang atau secara ekonomis tidak dapat dipergunakan lagi dan perlu di ganti
dengan peralatan yang baru.
· Penghentian permintaan -
Suatu alat produksi tidak akan mempunyai nilai karena hasil produksinya tidak
dapat dipertahankan lagi di pasaran. Ini disebabkan karena perubahan selera
atau kebutuhan konsumen yang semakin beragam. Barang-barang hasil produksi
tersebut dianggap kuno oleh konsumen, sehingga tidak dapat diandalkan lagi
untuk merebutkan pangsa pasar.
3.3.3.3 Metode Depresiasi Aktiva Tetap
1. Metode Aktivitas (Activity Method)
Metode aktivitas (activity
method) juga disebut pendekatan beban variabel atau pendekatan unit produksi,
mengasumsikan bahwa penyusutan adalah fungsi dari penggunaan atau produktivitas
dan bukan dari berlalunya waktu. Umur aktiva ini dinyatakan dalam istilah
keluaran (output) yang disediakan (unit-unit yang diproduksi), atau masukan
(input) seperti jumlah jam kerja. Secara konseptual asosiasi biaya yang tepat
ditetapkan dalam istilah output bukan jam yang digunakan tetapi sering kali
output ini sulit diukur. Dalam kasus seperti ini, ukuran input seperti jam
mesin adalah metode yang lebih tepat dalam mengukur jumlah beban penyusutan
selama periode akuntansi tertentu.
2. Metode Garis Lurus (Straight Line
Method)
Metode garis lurus (straight
line method) adalah metode depresiasi dimana depresiasi berupa bagian-bagian
yang sama besar selama masa manfaat yang ditetapkan bagi aktiva tersebut.
Metode garis lurus mempertimbangkan penyusutan sebagai fungsi dari waktu, bukan
fungsi dari penggunaan. Metode ini telah digunakan secara luas dalam praktek
karena kemudahannya. Prosedur garis lurus secara konseptual sering kali juga
merupakan prosedur penyusutan yang paling sesuai. Apabila keusangan bertahap
merupakan alasan utama atas terbatasnya umur pelayanan, maka umur kegunaannya
akan konstan dari periode ke periode.
3. Metode Beban Menurun (Decreasing Charge
Method)
Metode beban menurun
(decreasing charge method) menyediakan biaya penyusutan yang lebih tinggi pada
tahun awal dan beban yang lebih rendah pada periode mendatang. Karena metode
ini memperbolehkan pembebanan yang lebih tinggi pada tahun-tahun awal dibanding
metode garis lurus, maka sering disebut metode penyusutan dipercepat. Ada dua
metode dari metode beban menurun, dimana secara umum satu dari kedua metode
tersebut digunakan, yakni :
· Metode Jumlah Angka Tahun
(Sum of the years digits method)
Metode jumlah angka tahun
menghasilkan beban penyusutan yang menurun berdasarkan pecahan yang menurun
dari biaya yang dapat disusutkan (biaya awal dikurangi nilai sisa). Setiap
pecahan menggunakan jumlah angka tahun sebagai penyebut, sedangkan pembilang
adalah jumlah tahun estimasi umur yang tersisa pada awal tahun. Dalam metode
ini pembilang menurun dari tahun ke tahun dan penyebut tetap konstan. Pada
akhir masa manfaat aktiva saldo yang tersisa harus sama dengan nilai sisa.
· Metode Saldo Menurun
(Declining balance method)
Metode saldo menurun adalah
metode penyusutan dimana penyusutan berupa bagian-bagian yang menurun dengan
menggunakan tarif penyusutan (diekspresikan sebagai persentase). Tidak seperti
metode lainnya, dalam metode saldo menurun nilai sisa tidak dikurangkan dalam
menghitung dasar penyusutan. Tarif saldo menurun dikalikan dengan nilai buku
aktiva pada awal setiap periode. Karena nilai buku aktiva dikurangi setiap
periode dengan beban penyusutan, maka tarif saldo menurun yang konstan
diaplikasikan pada nilai buku yang terus menurun yang menghasilkan beban
penyusutan yang semakin rendah setiap tahunnya. Proses ini terus berlangsung
hingga nilai buku aktiva berkurang mencapai estimasi nilai sisanya, dimana pada
saat tersebut penyusutan akan dihentikan.
4. Metode Penyusutan Khusus
Terkadang perusahaan
menggunakan penyusutan khusus karena aktiva yang terlibat memiliki
karakteristik yang unik, atau sifat industrinya mengharuskan penerapan metode
penyusutan khusus. Ada dua metode penyusutan khusus, yakni : Metode Kelompok
dan Metode Gabungan. Beberapa akun aktiva sering kali disusutkan dengan
menggunakan satu tarif. Terdapat dua metode penyusutan untuk bebrapa akun
aktiva yang digunkan yaitu : metode kelompok dan metode gabungan, pemilihan
metode bergantung pada jenis aktiva yang terlibat. Metode kelompok (group method)
sering digunakan apabila aktiva bersangkutan cukup homogen dan memiliki umur
manfaat yang hampir sama. Pendekatan gabungan (composite approach) digunakan
apabila aktiva bersifat heterogen dan memiliki umur manfaat yang berbeda.
Metode perhitungan untuk kelompok maupun gabungan pada dasarnya sama yaitu
menentukan rata-rata dan menyusutkannya atas dasar rata-rata tersebut.
3.3.4 Fungsi yang Terkait dalam Penyusutan
Aktiva Tetap
· Fungsi Aktiva Tetap,
bertanggung jawab atas pengelolaan dan memiliki wewenang dalam penempatan,
pemindahan dan penghentian pemakaian aktiva tetap.
· Fungsi Akuntansi,
bertanggung jawab atas pencatatan depresiasi atau penyusutan aktiva tetap.
3.3.5 Dokumen yang Digunakan dalam
Penyusutan Aktiva Tetap
· Daftar Perhitungan
Depresiasi Aktiva Tetap, daftar ini berisi perhitungan biaya depresiasi yang
dibebankan dalam periode akuntansi tertentu, dan dapat dijadika sebagai
lampiran dari blanko jurnal umum.
· Blanko Jurnal Umum,
digunakan untuk merekam transaksi depresiasi.
3.4 RESIKO DAN PENGENDALIAN DALAM
PENGELOLAAN AKTIVA
Sistem informasi aktiva
tetap dibangun dengan tujuan untuk :
· ü Memudahkan perusahaan melacak aktiva tetap
yang saat ini dimiliki perusahaan.
· ü Memudahkan perusahaan untuk menghitung beban
depresiasi.
· ü Memudahkan perusahaan untuk merekam transaksi
yang terkait dengan aktiva tetap.
· ü
Memastikan bahwa perusahaan merekam harga perolehan yang benar pada saat
pembelian aktiva tetap atau pada saat membuat atau membangun sendiri aktiva
tetap.
Adapun resiko dalam
pengelolaan aktiva tetap antara lain :
· Data yang tidak valid.
· Kesalahan dalam mencatat
harga perolehan aktiva tetap (apalagi jika perusahaan membuat sendiri aktiva
tetap).
· Kerusakan data.
Pengendalian yang dapat
diterapkan dalam siklus aktiva tetap untuk meminimalkan resiko tersebut diatas
adalah :
· Semua pembelian aktiva
tetap (termasuk pembelian bahan baku untuk membuat sendiri aktiva tetap) hanya
boleh dilakukan apabila diawali dengan Surat Permintaan Pembelian yang bernomor
urut tercetak. Hal ini membantu akuntan untuk memastikan bahwa tidak ada
pembelian aktiva tetap atau surat permintaan pembelian yang terlewat tidak
tercatat.
· Surat Permintaan Pembeian
harus diisi lengkap, terutama kolom tujuan pembelian harus diisi. Selain itu,
untuk tujuan pembelian yang berbeda harus dibuatkan Surat Permintaan Pembelian
tersendiri.
· Setiap aktiva tetap
perusahaan harus ditempeli kode aktiva tetap sesuai dengan kode yang tercatat
dalam tabel daftar aktiva tetap.
· Melakukan pengecekan fisik
terhadap aktiva tetap secara berkala.
· Jika perusahaan
menggunakan komputer dalam merekam data keuangan perusahaan, maka perusahaan
perlu memback up data secara rutin.
· Jika perusahaan
menggunakan komputer dalam merekam data keuangan, maka perusahaan dapat
menetapkan password untuk karyawan yang berwenang mengakses data.
· Untuk meminimalkan virus,
perusahaan perlu menetapkan aturan bahwa komputer kantor hanya boleh digunakan
untuk keperluan kantor.
3.5 INFORMASI YANG DIHASILKAN DALAM
PENGELOLAAN AKTIVA TETAP
Salah satu tujuan dari
sistem informasi adalah menghasilkan informasi yang relevan dan tepat waktu.
Sistem informasi aktiva tetap diharapkan dapat menghasilkan informasi berupa:
· Daftar Aktiva Tetap yang
Dimiliki Perusahaan, informasi ini berguna untuk memastikan kelengkapan aktiva
tetap yang dimiliki perusahaan. Jika tidak memiliki daftar aktiva tetap,
perusahaan tidak dapat melakukan pengecekan secara fisik atas aktiva
perusahaan.
· Total Beban Depresiasi
setiap Bulan, informasi ini berguna bagi perusahaan untuk menghitung laba rugi
bulanan.
http://melatiarya.blogspot.com/2013/01/artikel-sistem-informasi-akuntansi.html
Langganan:
Komentar (Atom)















ef.jpg)
eif.jpg)
ff.jpg)
kk.jpg)
l.jpg)























