Tugas Ilmu Budaya Dasar
Tugas 1. 3 contoh kebudayaan yang ada di Indonesia dan kejelasan kaitan manusia dengan kebudayaan tersebut
I KEBUDAYAAN JAWA
Propinsi
Jawa Tengah terletak di Pulau Jawa dan beribukota di Semarang. Terbagi menjadi
35 kabupaten dan kota. Jawa Tengah memiliki adat istiadat dan budaya yang unik.
Jawa Tengah dikenal sebagai “jantung” budaya Jawa.
Rumah
adat di Indonesia bermacam-macam bentuknya dan mempunyai nilai seni
masing-masing. Karena rumah merupakan suatu yang sangat penting, selain sebagai
tempat tinggal rumah berfungsi untuk melindungi dari tantangan alam dan
lingkungannya. Kita juga dapat melakukan aktivitas penting didalamnya, tidak
hanya diluar rumah saja.
Coba kita lihat salah satu dari rumah adat yang ada di Indonesia, yaitu rumah adat Jawa. Rumah Jawa ldbih dari sekedar tempat tinggal. Masyarakat Jawa lebih mengutamakan moral kemasyarakatan dan kebutuhan dalam mengatur warga semakin menyatu dalam satu kesatuan.
Contohnya saja kita lihat rumah adat dari Provinsi Jawa Tengah yaitu rumah joglo. Joglo merupakan rumah adat Jawa Tengah yang terbuat dari kayu. Rumah bentuk ini mempunyai nilai seni yg cukup tinggi dan hanya dimiliki orang yang mampu. Pada masa lampau masyarakat jawa yang mempunyai rumah joglo hanya kaum bangsawan seperti sang pangeran dan kaum orang yang terpandang, karena rumah ini butuh bahan bngunan yang lebih banyak dan mahal dari pada rumah bentuk lain. Di zaman yang semakin maju ini rumah joglo digunakan oleh segenap lapisan masyarakat dan juga untuk berbagai fungsi lain, seperti gedung pertemuan dan kantor-kantor.
Pada dasarnya, rumah bentuk joglo berdenah bujur sangkar. Pada mulanya bentuk ini mempunyai empat pokok tiang di tengah yang di sebut saka guru, dan digunakan blandar bersusun yang di sebut tumpangsari. Blandar tumpangsari ini bersusun ke atas, makin ke atas makin melebar. Jadi awalnya hanya berupa bagian tengah dari rumah bentuk joglo zaman sekarang. Perkembangan selanjutnya, diberikan tambahan-tambahan pada bagian-bagian samping, sehingga tiang di tambah menurut kebutuhan. Selain itu bentuk denah juga mengalami perubahan menurut penambahannya. Perubahan-perubahan tadi ada yang hanya bersifat sekedar tambahan biasa, tetapi ada juga yang bersifat perubahan konstruksi.
Sirkulasi keluar masuknya udara pada rumah joglo sangat baik karena penghawaan pada rumah joglo ini dirancang dengan menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. rumah joglo, yang biasanya mempunyai bentuk atap yang bertingkat-tingkat, semakin ke tengah, jarak antara lantai dengan atap yang semakin tinggi dirancang bukan tanpa maksud, tetapi tiap-tiap ketinggian atap tersebut menjadi suatu hubungan tahap-tahap dalam pergerakan manusia menuju ke rumah joglo dengan udara yang dirasakan oleh manusia itu sendiri.
Ciri khas atap joglo, dapat dilihat dari bentuk atapnya yang merupakan perpaduan antara dua buah bidang atap segi tiga dengan dua buah bidang atap trapesium, yang masing-masing mempunyai sudut kemiringan yang berbeda dan tidak sama besar. Atap joglo selalu terletak di tengah-tengah dan selalu lebih tinggi serta diapit oleh atap serambi. Bentuk gabungan antara atap ini ada dua macam, yaitu: Atap Joglo Lambang Sari dan Atap Joglo Lambang Gantung. Atap Joglo Lambang Sari mempunyai ciri dimana gabungan atap Joglo dengan atap Serambi disambung secara menerus, sementara atap Lambang Gantung terdapat lubang angin dan cahaya.
Rumah adat joglo yang merupakan rumah peninggalan adat kuno dengan karya seninya yang bermutu memiliki nilai arsitektur tinggi sebagai wujud dan kebudayaan daerah yang sekaligus merupakan salah satu wujud seni bangunan atau gaya seni,bahan bangunanya pun terdiri dari bahan-bahan yang berkualitas dan cukup mahal harganya, bangunanya pun sangat kokoh dengan pondasi yang sangat kuat oleh karena itu rumah ini sangat istimewa bagi adat jawa dan sangat dijaga kelestariannya sampai saat ini. Oleh karena itu rumah joglo adalah salah satu rumah yang berpengaruh bagi kelestarian adat daerah yang ada di Indonesia meskipun adat-adat daerah lain banyak juga yang mempunyai rumah adat yang mempunyai seni tersendiri.
Gambar diatas diambil saat saya dan kelompok melakukan observasi secara langsung di Taman Mini Indonesia Indah.
Coba kita lihat salah satu dari rumah adat yang ada di Indonesia, yaitu rumah adat Jawa. Rumah Jawa ldbih dari sekedar tempat tinggal. Masyarakat Jawa lebih mengutamakan moral kemasyarakatan dan kebutuhan dalam mengatur warga semakin menyatu dalam satu kesatuan.
Contohnya saja kita lihat rumah adat dari Provinsi Jawa Tengah yaitu rumah joglo. Joglo merupakan rumah adat Jawa Tengah yang terbuat dari kayu. Rumah bentuk ini mempunyai nilai seni yg cukup tinggi dan hanya dimiliki orang yang mampu. Pada masa lampau masyarakat jawa yang mempunyai rumah joglo hanya kaum bangsawan seperti sang pangeran dan kaum orang yang terpandang, karena rumah ini butuh bahan bngunan yang lebih banyak dan mahal dari pada rumah bentuk lain. Di zaman yang semakin maju ini rumah joglo digunakan oleh segenap lapisan masyarakat dan juga untuk berbagai fungsi lain, seperti gedung pertemuan dan kantor-kantor.
Pada dasarnya, rumah bentuk joglo berdenah bujur sangkar. Pada mulanya bentuk ini mempunyai empat pokok tiang di tengah yang di sebut saka guru, dan digunakan blandar bersusun yang di sebut tumpangsari. Blandar tumpangsari ini bersusun ke atas, makin ke atas makin melebar. Jadi awalnya hanya berupa bagian tengah dari rumah bentuk joglo zaman sekarang. Perkembangan selanjutnya, diberikan tambahan-tambahan pada bagian-bagian samping, sehingga tiang di tambah menurut kebutuhan. Selain itu bentuk denah juga mengalami perubahan menurut penambahannya. Perubahan-perubahan tadi ada yang hanya bersifat sekedar tambahan biasa, tetapi ada juga yang bersifat perubahan konstruksi.
Sirkulasi keluar masuknya udara pada rumah joglo sangat baik karena penghawaan pada rumah joglo ini dirancang dengan menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. rumah joglo, yang biasanya mempunyai bentuk atap yang bertingkat-tingkat, semakin ke tengah, jarak antara lantai dengan atap yang semakin tinggi dirancang bukan tanpa maksud, tetapi tiap-tiap ketinggian atap tersebut menjadi suatu hubungan tahap-tahap dalam pergerakan manusia menuju ke rumah joglo dengan udara yang dirasakan oleh manusia itu sendiri.
Ciri khas atap joglo, dapat dilihat dari bentuk atapnya yang merupakan perpaduan antara dua buah bidang atap segi tiga dengan dua buah bidang atap trapesium, yang masing-masing mempunyai sudut kemiringan yang berbeda dan tidak sama besar. Atap joglo selalu terletak di tengah-tengah dan selalu lebih tinggi serta diapit oleh atap serambi. Bentuk gabungan antara atap ini ada dua macam, yaitu: Atap Joglo Lambang Sari dan Atap Joglo Lambang Gantung. Atap Joglo Lambang Sari mempunyai ciri dimana gabungan atap Joglo dengan atap Serambi disambung secara menerus, sementara atap Lambang Gantung terdapat lubang angin dan cahaya.
Rumah adat joglo yang merupakan rumah peninggalan adat kuno dengan karya seninya yang bermutu memiliki nilai arsitektur tinggi sebagai wujud dan kebudayaan daerah yang sekaligus merupakan salah satu wujud seni bangunan atau gaya seni,bahan bangunanya pun terdiri dari bahan-bahan yang berkualitas dan cukup mahal harganya, bangunanya pun sangat kokoh dengan pondasi yang sangat kuat oleh karena itu rumah ini sangat istimewa bagi adat jawa dan sangat dijaga kelestariannya sampai saat ini. Oleh karena itu rumah joglo adalah salah satu rumah yang berpengaruh bagi kelestarian adat daerah yang ada di Indonesia meskipun adat-adat daerah lain banyak juga yang mempunyai rumah adat yang mempunyai seni tersendiri.
Gambar diatas diambil saat saya dan kelompok melakukan observasi secara langsung di Taman Mini Indonesia Indah.
Tari
Gambyong (Provinsi Jawa Tengah)
Gambyong
merupakan tarian khas Jawa Tengah yang biasanya ditampilkan untuk menyambut
tamu.
Tarian ini merupakan sejenis tarian pergaulan di masyarakat. Ciri khas pertunjukan Tari Gambyong, sebelum dimulai selalu dibuka dengan gendhing Pangkur. Tariannya terlihat indah dan elok apabila si penari mampu menyelaraskan gerak dengan irama kendang. Sebab, kendang itu biasa disebut otot tarian dan pemandu gendhing.
Tarian ini merupakan sejenis tarian pergaulan di masyarakat. Ciri khas pertunjukan Tari Gambyong, sebelum dimulai selalu dibuka dengan gendhing Pangkur. Tariannya terlihat indah dan elok apabila si penari mampu menyelaraskan gerak dengan irama kendang. Sebab, kendang itu biasa disebut otot tarian dan pemandu gendhing.
Pada
zaman Surakarta, instrumen pengiring tarian jalanan dilengkapi dengan bonang
dan gong. Gamelan yang dipakai biasanya meliputi gender, penerus gender,
kendang, kenong, kempul, dan gong. Semua instrumen itu dibawa ke mana-mana
dengan cara dipikul. Umum dikenal di kalangan penabuh instrumen Tari
Gambyong, memainkan kendang bukanlah sesuatu yang mudah dan harus mempunyai
jiwa seni yang tinggi yang dapat mengikuti irama sampai kedalam perasaan
pengendang tersebut. Pengendang harus mampu jumbuh dengan keluwesan tarian
serta mampu berpadu dengan irama gendhing. Maka tak heran, sering terjadi
seorang penari Gambyong tidak bisa dipisahkan dengan pengendang yang selalu
mengiringinya. Begitu juga sebaliknya, seorang pengendang yang telah tahu
lagak-lagu si penari Gambyong akan mudah melakukan harmonisasi.
Batik-Tulis
Pekalongan (Provinsi Jawa Tengah)
Pakaian
adat Jawa Tengah adalah Batik.Kita akan mudah menemukan batik di Propinsi ini
karena dua diantara wilayahnya merupakan sentra penghasil batik.Solo dan
Pekalongan adalah daerah penghasil batik yang telah memberikan kontribusi
positif untuk melestarikan budaya bangsa.
Batik adalah suatu hasil karya yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Di berbagai wilayah Indonesia banyak ditemui daerah-daerah perajin batik. Setiap daerah pembatikan mempunyai keunikan dan kekhasan tersendiri, baik dalam ragam hias maupun tata warnanya oleh karena itu kita harus menjaga kelestarianya. Dan salah satu daerah itu adalah Kabupaten Pekalongan. Batik di Pekalongan dapat dikategorikan sebagai batik pesisir yang mempunyai ciri khas pada motif kain hiasnya yang bersifat naturalis dan kaya warna. Ciri khas inilah yang memberikan identitas tersendiri bagi batik-tulis Pekalongan yang berbeda dengan batik lainnya,
Batik adalah suatu hasil karya yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Di berbagai wilayah Indonesia banyak ditemui daerah-daerah perajin batik. Setiap daerah pembatikan mempunyai keunikan dan kekhasan tersendiri, baik dalam ragam hias maupun tata warnanya oleh karena itu kita harus menjaga kelestarianya. Dan salah satu daerah itu adalah Kabupaten Pekalongan. Batik di Pekalongan dapat dikategorikan sebagai batik pesisir yang mempunyai ciri khas pada motif kain hiasnya yang bersifat naturalis dan kaya warna. Ciri khas inilah yang memberikan identitas tersendiri bagi batik-tulis Pekalongan yang berbeda dengan batik lainnya,
seperti
batik-tulis Yogya atau Solo.
Lagu
Daerah (Provinsi Jawa Tengah)
Lir
Ilir adalah lagu daerah Jawa Tengah, nada dasar naturel (C), birama 2/4 dengan
tempo alegretto. Lagu ini menggunakan bahasa Jawa dan sering dinyanyikan dengan
iringan musik gamelan.
Lir ilir, judul dari tembang di atas. Bukan sekedar tembang dolanan biasa, tapi tembang di atas mengandung makna yang sangat mendalam. Tembang karya Kanjeng Sunan ini memberikan hakikat kehidupan dalam bentuk syair yang indah.
Lir ilir, judul dari tembang di atas. Bukan sekedar tembang dolanan biasa, tapi tembang di atas mengandung makna yang sangat mendalam. Tembang karya Kanjeng Sunan ini memberikan hakikat kehidupan dalam bentuk syair yang indah.
Makanan
Khas Semarang (Provinsi Jawa Tengah)
Bandeng
presto adalah makanan khas Indonesia yang berasal dari daerah Semarang, Jawa
Tengah. Makanan ini dibuat dari ikan bandeng yang dibumbui dengan bawang putih,
kunyit dan garam. Ikan bandeng ini kemudian dimasak pada alas daun pisang
dengan cara presto. Presto adalah cara memasak dengan uap air yang bertekanan
tinggi. Karena ikan bandeng terkenal memiliki banyak duri, bandeng presto
adalah makanan yang digemari karena dengan cara masak presto duri-duri ini
menjadi sangat lunak. Sehingga dapat dinikmati dengan lebih mudah.
..Pesan yang saya sampaikan..
..Pesan yang saya sampaikan..
“Kita
harus bangga sebagai warga Negara Indonesia yang kaya akan beraneka ragam
budaya yang dimiliki dari setiap propinsi, yang didalamnya mencakup: adat
istiadat, kesenian, makanan, wisata, peninggalan-peninggalan bersejarah, dll.
Kita sebagai generasi muda yang bertanggung jawab atas kelestarianya harus
menjaga agar kebudayaan tidak terancam punah dan tidak dicuri oleh negara
lain”.
Jawa
tengah
jawa
tengah adalah propinsi dimana budaya jawa banyak berkembag disini karena di
jawa tengah dahulu banyak kerajaan berdiri disini itu terlihat dari berbagai
peninggalan candi di jawa tengah.
mahakarya yang sungguh mempesona adalah batik di jawa tengah setiap daerah mempunya corak batik tulis yang berbeda beda mereka mempunyai ciri khas sendiri sendiri selain batik ada juga kesenian yang tak kalah luar biasanaya ada wayang kulit yang sudah dia kaui dunia sebagai warisan budaya dunia oleh unesco ada juga tembang tembang (lagu lagu ) jawa yang diiringi oleh gamelan (alat musik) yang juga dikenal dengan campursariada juga ketoprak yang merupakan pertunjukan seni peran khas dari jawa
di jawa tengah juga masih ada kerjaan yang samapai sekarang masih berdiri tepatnya dikota
mahakarya yang sungguh mempesona adalah batik di jawa tengah setiap daerah mempunya corak batik tulis yang berbeda beda mereka mempunyai ciri khas sendiri sendiri selain batik ada juga kesenian yang tak kalah luar biasanaya ada wayang kulit yang sudah dia kaui dunia sebagai warisan budaya dunia oleh unesco ada juga tembang tembang (lagu lagu ) jawa yang diiringi oleh gamelan (alat musik) yang juga dikenal dengan campursariada juga ketoprak yang merupakan pertunjukan seni peran khas dari jawa
di jawa tengah juga masih ada kerjaan yang samapai sekarang masih berdiri tepatnya dikota
solo
yang dikenal dengan kasunanan solo
budaya
jawa tengah sungguh banyak mulai dari wayang ,wayang orang, ketoprak,tari dan
masih banyak lagi
II KEBUDAYAAN SUMATERA UTARA
Provinsi Sumatera Utara terletak
pada 1° - 4° Lintang Utara dan 98° - 100° Bujur Timur, Luas daratan Provinsi
Sumatera Utara 71.680 km².
Sumatra Utara pada dasarnya dapat
dibagi atas:
Pesisir Timur
Pegunungan Bukit Barisan
Pesisir Barat
Kepulauan Nias
Pesisir timur merupakan wilayah
di dalam provinsi yang paling pesat perkembangannya karena persyaratan
infrastruktur yang relatif lebih lengkap daripada wilayah lainnya. Wilayah
pesisir timur juga merupakan wilayah yang relatif padat konsentrasi penduduknya
dibandingkan wilayah lainnya. Pada masa kolonial Hindia-Belanda, wilayah
ini termasuk residentie Sumatra's Oostkust bersama provinsi
Riau.
Di wilayah tengah provinsi
berjajar Pegunungan Bukit Barisan. Di pegunungan ini terdapat beberapa
wilayah yang menjadi kantong-kantong konsentrasi penduduk. Daerah di
sekitar Danau Toba dan Pulau Samosir, merupakan daerah padat
penduduk yang menggantungkan hidupnya kepada danau ini.
Pesisir barat merupakan wilayah
yang cukup sempit, dengan komposisi penduduk yang terdiri dari masyarakat
Batak, Minangkabau, dan Aceh. Namun secara kultur dan etnolinguistik, wilayah
ini masuk ke dalam budaya dan Bahasa Minangkabau.
Pada dasarnya, bahasa yang
dipergunakan secara luas adalah Bahasa Indonesia. Suku Melayu Deli
mayoritas menuturkan Bahasa Indonesia karena kedekatannya dengan Bahasa
Melayu yang menjadi bahasa ibu masyarakat Deli. Pesisir timur seperi
wilayah Serdang Bedagai, Pangkalan Dodek, Batubara, Asahan, dan Tanjung Balai,
memakai Bahasa Melayu dialek "o" begitu juga di Labuhan Batu dengan
sedikit perbedaan ragam. Di Kabupaten Langkat masih menggunakan bahasa Melayu
dialek "e" yang sering juga disebut bahasa Maya-maya. Mayarakat Jawa
di daerah perkebunan, menuturkan Bahasa Jawa sebagai pengantar sehari-hari.
Di kawasan perkotaan, orang
Tionghoa lazim menuturkan Bahasa Hokkian selain bahasa Indonesia. Di
pegunungan, masyarakat Batak menuturkan Bahasa Batak yang terbagi
atas empat logat (Silindung-Samosir-Humbang-Toba). Bahasa Nias dituturkan di
Kepulauan Nias oleh suku Nias. Sedangkan orang-orang di pesisir barat, seperti
Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Mandailing Natal menggunakan Bahasa
Minangkabau.
Sumatera
Utara yang kaya dengan budaya adat istiadat dan keindahan alamnya.
Sumatera
Utara kaya dengan berbagai adat budaya atau etnis yang beragam antara lain :
Etnis Melayu, Batak Toba, Batak Karo, Batak Angkola, Batak Pakpak Dairi, Batak
Simalungun, Nias, Etnis Sibolga Pesisir, dan etnis pendatang.
Semua
etnis memiliki nilai budaya masing-masing, mulai dari adat istiadat, tari
daerah, jenis makanan, budaya dan pakaian adat juga memiliki bahasa daerah
masing-masing. Keragaman budaya ini sangat mendukung dalam pasar pariwisata di
Sumatera Utara. Walaupun begitu banyak etnis budaya di Sumatera Utara tidak
membuat perbedaan antar etnis dalam bermasyarakat karena tiap etnis dapat
berbaur satu sama lain dengan memupuk kebersamaan yang baik. kalau di lihat
dari berbagai daerah bahwa hanya Sumatera Utara yang memiliki penduduk dengan
berbagai etnis yang berbeda dan ini tentunya sangat memiliki nilai positif
terhadap daerah sumatera utara.
Kekayaan
budaya yang dimiliki berbagai etnis yaitu :
Batak
Toba dengan Tarian Tortor, Wisata danau toba, wisata megalitik (kubur
batu), legenda (cerita rakyat), adat budaya yang bernilai tinggi dan kuliner.
Batak
Karo yang terkenal dengan daerah Berastagi dengan alam yang sejuk dan
indah, penghasil buah-buahan dan sayur-sayuran yang sudah menembus pasar global
dan juga memiliki adat budaya yang masih tradisional.
Etnis
Melayu yang terkenal dengan berbagai peninggalan sejarah seperti Istana
Maimoon, tari derah dan peninggalan rumah melayu juga masjid yang memiliki
nilai sejarah yang tinggi.
Batak
Angkola yang terkenal dengan kultur budaya yang beragam, mulai dari tari
daerah adat istiadat dan merupakan penghasil salak (salak sidempuan) yang juga
sudah dapat menembus pasar global.
Batak
Pakpak Dairi yang dikenal dengan peninggalan sejarah megalitik berupa
mejan dan patung ulubalang dan tentunya juga memiliki adat istiadat dan tari
daerah juga alat musik yang khusus.
Etnis
Simalungun memiliki peninggalan sejarah berupa Rumah Bolon atau yang
dikenal dengan Museum Lingga/Rumah Bolon yang pada tempat itu masih terdapat
berbagai peninggalan sejarah dan etnis Simalungun juga memiliki adat istiadat
dan budaya yang tersendiri.
Etnis
Nias memiliki daerah yang kaya dengan wisata alam yang sangat menakjubkan
yang telah memiliki nilai jual hingga ke mancanegara, daerah ini juga memiliki
kekayaan situs megalitik dan daerah ini masih tergolong daerah yang orisinal
yang belum terlindas dengan kemajuan zaman karena didaerah ini masih banyak
peninggalan megalitik seperti kampung batu, nilai budaya yang tradisional dan
banyak lagi yang sangat bernilai tinggi, dan menurut cerita masyarakat
setempat, daerah tersebut sudah direncanakan untuk dijadikan salah satu zona
situs megalitik yang dilindungi dunia.
Etnis
Sibolga Pesisir ini juga memiliki berbagai budaya dan adat istiadat yang
khusus yang juga memiliki nilai sejarah yang sangat berharga.
Dari
semua etnis tersebut maka dapatlah dikatakan bahwa Sumatera Utara memiliki
kekayaan budaya dan etnis juga sejarah yang patut untuk diperhitungkan dan
dijaga kelestariannya demi mengangkat martabat bangsa Indonesia di bidang
Kebudayaan dan Pariwisata.
Budaya
Sumatera Utara - Seni Kebudayaan Tradisional Propinsi Daerah Sumut. Sumatra
Utara memiliki khasanah kekayaan budaya yang beraneka ragam. Kebudayaan daerah
Sumsel tersebut meliputi adat istiadat, seni tradisional, dan bahasa daerah.
Di
Propinsi Sumatera Utara terdapat beberapa suku yang mendiami propinsi
tersebutdiantaranya adalah suku Melayu, suku Nias, suku Batak Toba, suku Pakpak,
Karo, Simalungun, Tapanuli Tengah, suku Tapanuli Selatan yang terdiri dari suku
Sipirok, suku Angkola, Padang Bolak, serta Mandailing, Namun ada juga pendatang
seperti suku Minang, Jawa serta Aceh. Pendatang ini membawa kebudayaan serta
adat-istiadatnya masing-masing.
Seni
Budaya Sumatera Utara
Musik
daerah Sumatera Utara
Sama
seperti budaya daerah lainnya yang ada di Indonesia Sumatera Utara juga memilki
musik yang khas daerah Sumse. Musik yang biasa dimainkan di Sumatra Utara ini
tergantung dengan upacara-upacara adat yang diadakan di Sumut. Yang menjadi
ciri khas adalah terdapat alunan musik genderang. Seperti misalnya pada Etnis
Pesisir yang memiliki serangkaian alat musik yang sebut dengan Sikambang.
Tarian
Budaya Sumatera Utara
Memiliki
beraneka ragam seni tari tradisional yang terbagi beberapa macam. Ada yang
bernuansa magis yang berupa tarian sakral namun ada juga yang sifatnya untuk
hiburan saja yang berupa tari profan. Jenis tari adat Sumut merupakan bagian
dari upacara adat, sedangkan tari sakralnya biasanya ditarikan oleh dayu-datu.
Beberapa
tarian yang berasal dari Sumatera Utara adalah tari Tortor, morah-morah,
parakut, sipajok, patam-patam sering dan kebangkiung, tortor nasiaran, tortor
tunggal panaluan.
III KEBUDAYAAN BALI
Dari banyaknya pulau-pulau yang tersebar di
kepulauan Indonesia, Bali merupakan pulau yang paling terkenal di dunia. Pulau
yang terletak di sebelah Selatan garis khatulistiwa ini memiliki luas wilayah
sekitar: panjang 80 km dan lebar 150 km yang menyerupai bentuk ikan. Peradaban
mencatat bahwa Bali memiliki mikrokosmos yang luar biasa tentang sejarah,
legenda, kesusasteraan, seni, alam, dan manusia itu sendiri. Pada abad ke-15 M,
ketika kerajaan Majapahit dikalahkan oleh kerajaan Mataram yang bercorak Islam,
ratusan orang Jawa-Hindu dari berbagai kelompok; bangsawan, rohaniawan,
seniman, cendekiawan dan rakyat biasa yang notabene orang-orang setia Majapahit
mengungsi ke pulau Bali.Hal yang menonjol di Bali adalah visi keyakinan yang
menginspirasi setiap jiwa yang hidup di Bali untuk memanfaatkan alam dengan
bijak; kreatifitas manusianya dalam berbagai bidang seperti: teknik mematung,
tarian, arsitektur, musik dan berbagai ekspresi kesenian lainnya.
·
Upacara Kelahiran (Jatakarma
Samskara)
Berbagai upacara dimulai sejak hari sebelum
kelahiran. Misalnya, terdapat serangkaian larangan bagi ibu yang sedang
hamil, yakni: tidak boleh makan makanan yang berdarah segar, hukumnya tidak
boleh seperti ketika seorang wanita yang sedang menstruasi memasuki kuil; ibu
yang sedang hamil tidak diperbolehkan untuk memakan daging kerbau atau babi;
tidak boleh melihat orang yang terluka atau darah apalagi melihat orang yang
meninggal; dan harus diam di rumah dengan upacara penyucian yang memungkinkan
kelahirannya berjalan normal.
·
Upacara Potong Gigi (Mepandes)
Di antara upacara transisi yang dijalankan
oleh masyarakat Bali yaitu upacara potong gigi atau disebut juga mepandes,
yaitu mengikis gigi bagian atas yang berbentuk taring. Tujuan upacara ini
adalah untuk mengurangi sifat buruk (sad ripu). Upacara potong gigi
dilaksanakan oleh Pandita/Pinandita dan dibantu oleh seorang sangging (sebagai
pelaksana langsung).
·
Upacara Perkawinan (Pawiwahan)
Upacara transisi penting lainnya adalah
pernikahan yang dalam bahasa Bali disebut Pawiwahan. Pawiwahan merupakan
upacara persaksian ke hadapan Sang Hyang Widi dan kepada masyarakat bahwa kedua
orang yang bersangkutan telah mengikatkan diri sebagai suami-istri.
·
Upacara Kematian (Ngaben)
Upacara
Ngaben
Upacara kematian yang dilakukan dengan cara
kremasi merupakan upacara yang spektakuler dan dramatis karena merupakan
rangkaian akhir dari roda kehidupan manusia di bumi. Menurut ajaran Hindu, roh
bersifat immortal (abadi) dan setelah bersemayam dalam jasad
manusia, akan bereinkarnasi, tapi sebelum bereinkarnasi, roh akan melewati
sebuah fase di nirwana dan akan disucikan; dan sesuai dengan catatan kehidupan
seseorang di bumi (karma) maka roh akan dikirim ke kasta
rendah atau tinggi, dan kremasi merupakan proses penyucian roh dari dosa-dosa
yang telah lalu.
Musik, Tarian, dan Patung merupakan tiga
bidang kesenian yang menjadi pusat konsentrasi eksplorasi kreatifitas seni
masyarakat di Bali.
Musik
Dalam hal seni musik, suara gamelan hampir
berdengung di seantero tanah Bali; di pura, alun-alun, istana, dsb. Alat musik
tersebut ditemani oleh kelengkapan instrumen musik lainnya seperti: gong,
ceng-ceng, saron, gambang, dll. Komposisi instrumen tersebut dapat berubah
sesuai dengan wilayah dan peruntukan pertunjukkan yang digelar.
Tarian
TARI JAUK
Selain seni musik, tarian-tarian khas Bali
merupakan pertunjukkan seni yang menarik perhatian. Terdapat berbagai jenis
tarian dengan fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan peruntukannya semisal:
untuk upacara keagamaan, pertunjukkan drama atau musikal, upacara peperangan,
dan masih banyak lagi.
Di antara tarian tersebut yang paling
terkenal adalah tari Legong Keraton. Kata Legong berasal dari kata “leg” yang
artinya luwes atau elastis dan kemudian diartikan sebagai gerakan lemah gemulai
(tari). Selanjutnya kata tersebut dikombinasikan dengan kata “gong” yang
artinya gamelan, sehingga menjadi“Legong” yang mengandung arti
gerakan yang sangat terikat (terutama aksentuasinya) oleh gamelan yang
mengiringinya.
Sumber :
2.
http://safika19.blogspot.com/2014/03/contoh-wujud-dari-kebudayaan-di.html



